Oleh: DR. H. Suroso Imam Zadzuli, SE

 

Untuk memahami tentang Ilmu Pengetahuan, terlebih dahulu perlu dipahami pengertian tentang ilmu pengetahuan baik secara umum maupun secara religius khususnya menurut pandangan Islam.

Definisi secara umum adalah sebagai berikut:

“Science is a branch of knowlage or study dealing with a body of facts or truths systematically arranged and showing the operation of general laws” (The Random House Dictionary og The English Language College Edition).

Sedangkan pengertian ilmu menurut Imam Malik:

“Ilmu adalah nur (cahaya) yang dicurahkan Allah kepada siapa yang Allah kehendaki, dan bukan disebabkan banyaknya riwayat yang dimiliki seseorang”.

 

Allah dalam menciptakan manusia terdiri atas 6 (enam) unsur sumber daya insani yang meliputi:

  1. Cahaya Tuhan (nur al-Illahi/sirrullah).
  2. Ruh (yang telah diberikan pada janin setelah usia kehamilan sekitar 3 bulan dalam rahim ibu),
  3. Kalbu/hati nurani (yang merupakan tempat vital bagi kualitas manusia dimana bila hati nurani manusia tersebut baik, makabaiklah manusia itu secara keseluruhan dan sebaliknya jika buruk maka buruk pula akhlak dan martabat manusia secara keseluruhan).
  4. Akal (merupakan sumber pemberi inspirasi dalam hal berfikir untuk berekreasi, memproses segala sesuatu obyek yang dapat ditangkap oleh indra manusia baik untuk dinilai kebenarannya, direkam/disimpan ataupun  untuk dikeluarkan kembali dalam bentuk memori untuk diproses lebih lanjut). Akal merupakan alat prosesor yang handal dan tak akan dapat diganti oleh peralatan komputer model apapun yang dibuat oleh manusia.
  5. Nafsu (hati sanubari merupakan sumber ataupun asal dimana manusia mempunyai keinginan yang luar biasa/ serta terbatas namun jika nafsu ini dapat dikendalikan oleh akal dan akal masih dapat dikendalikan oleh kalbu akan menghasilkan sesuatu amalan yang baik/positif. Tapi jika sebaliknya diantara nafsu menjadi dominan mengendalikan akal dan akal mengeliminir kebenaran kalbu, maka akan melahirkan manusia yang berkualitas rendah bahkan lebih rendah dari derajat binatang).
  6. Raga (cahaya Allah, roh, kalbu, akal dan nafsu secara keseluruhan di balut/di kemas oleh raga/ badan secara fisik maka berbentuklah manusia seperti kita ini.

Dengan demikain ilmu yang kita cari adalah ilmu yang harus dapat mendekati kebenaran yang hakii dan diterapkan oleh manusia yang menyatukan sumber dayannya yang sangst potensiall untuk memakmurkan bumi demi kebahagiaan jasmani dan rohani/material an spiritual gna keperluan dunia dan akhiratnya. Salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui pendidikan.

Pendidikan adalah merupakan kunci utama kebangkitan/keberhasilan dari suatu bangsa. Pendidikan yang sebagian besar dimanifestasikan dalam bentuk baca tulis telah merubah peta keberhasilan bangsa-bangsa di Dunia. Seperti yang tercantum dalam Surat Al-‘Alaq, ayat 1 sampai dengan 5 yang maknanya:

“ Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”

“Dia telah mencipta manusia dari segumpal darah”

“Bacalah, dan Thuanmu itu amat mulia”

“Yang mengajar (manusia) dengan kalam

“Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketauinya.

Dengan awal kelima ayat tersebut, Islam telah merubah peta pendidikan dari bangsa yang tidak berakhlak menjadi bangsa yang berbudi luhur.

Dari beberapa ayat tersebut juga nampak bahwa peranan akal manusia yang memungkinkan berkembangnya ilmu dan tekhnologi sabagai kelengkapan bekal hidup manusia di dunia maupun diakhirat nanti. Untuk membentuk manusia yang berkualitas & berilmu, jelas memerlukan sistem pendidikan baik lewat jalur formal maupun non formal. Dengan  pendidikan baik dengan materi umum maupun ilmu agama akan mempertinggi kualitas  manusia, yang pada akhirnya akan dapat pula meningkatkan nilai output bila manusia tersebut berusaha, bekerja dan diiringi doa.

Iklan